Cerita Awal Bunga Mawar
Mawar
Namanya Mawar, dia adalah bunga paling
sempurna dibandingkan dengan bunga lain. Dia
harum, putih, bahkan kecantikannya dapat membuat matahari luluh
melihatnya. Di dunia bunga, terdapat berbagai macam serangga yang kabur dari
dunia serangga, hanya sayang hampir semua penduduk di sana lemah dan hanya
Mawarlah yang cukup kuat untuk membuat matahari menjadi pengawalnya. Tentunya,
kecantikan Mawar sangat membuat iri bunga lain ataupun serangga lain. Di dunia
serangga, hidup sekelompok besar serangga-serangga yang menakutkan nan kejam.
Pemimpin dari kelompok serangga tersebut adalah belalang kejam yang sangat
besar. Belalang tersebut sangat iri dengan kecantikan sang Mawar, bahkan semua
serangga di dunia bunga berasal dari dunia serangga yang kabur dari kekejaman
sang belalang. Karena itu sang belalang sangat marah pada mawar yang telah
mengambil semua pasukan miliknya.
Belalang sudah berkali-kali mencoba
untuk membunuh Mawar. Namun, usahanya sangat sia-sia karena selalu ada matahari
yang melindungi Mawar. Suatu ketika, pasukan serangga mulai bergerak untuk
menyerang dunia bunga. Dengan penuh semangat, mereka menyerang dengan semua
kekuatan yang mereka punya. Namun sayangnya, ketika mereka baru menginjak
gerbang, matahari membakar sebagian besar pasukan serangga tersebut. Karena
marasa tidak sanggup melawan matahari, semua pasukan mundur dan membatalkan
penyerangan ke dunia bunga. Tentunya hal tersebut membuat sang belalang sangat
kesal. Dan selama bertahun-tahun sang belalang terus memikirkan cara agar dapat
membuat matahari pergi dari dunia bunga.
Setelah lama meneliti dan mencari informasi dari berbagai sumber, sang
belalang menemukan cara agar matahari dapat tertidur pulas.
Di puncak gunung Sleepmoon, terdapat
sebuah kotak yang tidak diketahui isinya, namun seluruh penduduk di gunung
tersebut mempercayai bahwa kotak tersebut berisi kekuatan yang dapat membuat
matahari tertidur. Untuk dapat membuka kotak tersebut tidaklah mudah, di sana
terdapat sekumpulan duri yang sangat beracun. Tidak ada yang tahu apa efek dari
racun tersebut. Namun, menurut peramal daerah setempat, barang siapa yang
tertusuk duri tersebut, tubuhnya akan dipenuhi duri-duri. Dengan kekuatan
penuh, mereka pergi ke gunung untuk mengambil kotak tersebut. Tidak sia-sia,
mereka berhasil melewati gunung tersebut. Dan waktunya melewati duri dan
mengambil kotak. Salah satu prajurit mencoba mendekati kotak perlahan-lahan
tiba-tiba, dahan besar menebas prajurit tersebut dan sang prajurit ditumbuhi
duri-duri yang sangat tajam dan akhirnya sang prajurit mati. Semua prajurit dan
sang belalang terkejut. Melihat hal itu, mereka tidak patah semangat mereka
langsung mengacungkan senjata dan menyarang semua pohon secara bersamaan.
Pertarungan besar pun terjadi dengan dahsyat, sederet pohon melawan sekelompok
prajurit serangga.
Kebencian terhadap Mawar membuat
mereka bertambah kuat. Dan akhirnya sang belalang menang walau kehilangan
puluhan prajurit. Dan saat yang ditunggu-tunggu, sang belalang membuka kotak
tersebut. Baru saja terbuka sedikit, kotak tersebut terbuka dengan sendirinya
dan keluarlah cahaya yang terang walau cuaca tersebut cukup terang seperti
siang hari. Semua prajurit sangat terkejut dan keluar benda aneh yang
bercahaya, dengan cepat benda tersebut terbang ke langit dan bertambah besar.
Setelah itu, benda-benda kecil bercahaya juga keluar dari kotak dan menyebar di
langit. Semua mata prajurit dan penduduk yang tinggal di gunung tersebut
langsung tertuju pada cahaya kecil tersebut. Walau tak terlalu jelas, benda
benda kecil bercahaya tersebut dapat memikat perhatian semua orang karena
mereka terus menyebar di langit seluruh dunia hingga sampai pada dunia bunga.
Benda-benda kecil bercahaya tersebut
mulai memasuki dunia bunga. Matahari melihat hal tersebut dan berkata “apakah sudah
waktunya tidur?” akhirnya matahari tertidur dan seluruh dunia menjadi gelap
kemudian lagit-langit dihiasi oleh benda-benda kecil yang bercahaya. Benda
besar yang becahaya tersebut mulai terbang semakin tinggi dan tinggi serta
berkata “waktunya beraktivitas walau hanya sebentar.” Melihat hal tersebut,
sang belalang lansung mengambil beberapa duri untuk Mawar dan berkata “AYO KITA
PERGI!!” dengan semangat membara, mereka pergi untuk membunuh mawar. Karena
jarak dari gunung ke dunia bunga sangatlah jauh, mereka memakan waktu
berjam-jam untuk sampai ke dunia bunga.
Tibalah di dunia bunga, mereka
langsung menyerang dunia bunga dengan penuh semangat. Sudah berjam-jam
peperangan berlangsung, melihat banyak penduduk dunia bunga yang berjatuhan,
Mawar memulai aksinya, dia langsung mengeluarkan semua kekuatannya. Sungguh
kekuatan yang super dahsyat, kekuatan mawar
berhasil membunuh 75% dari pasukan belalang. Melihat hal itu, sang
belalang sangat marah dan mencoba untuk membunuh Mawar. Di langit, sebelum
mawar mengeluarkan semua kekuatannya, benda besar bercahaya tersebut mulai
mengantuk dan berkata, “waktuku sudah habis, sekarang giliranmu, matahari.”
Mendengar perkataan tersebut, matahari mulai bangun dan berkata, “ya, sekarang
giliranku, bulan.” Matahari langsung bangun dan melihat keadaan dunia bunga.
Sang belalang mangeluarkan duri duri beracun tersebut dan mencoba menyerang
Mawar. Mawar yang lemah karena telah mengeluarkan semua kekuatannya tak bisa
melakukan apa-apa. Ketika sang belalang ingin menyerang, matahari datang dan
dunia menjadi terang.
Sang belalang sangat terkajut dan tanpa
pikir panjang, belalang langsung melempar duri-duri tersebut ke arah Mawar dan
tiba-tiba, api matahari menangkis semua serangan belalang. Semua duri tersebut
terlempar kembali ke arah belalang dan mengenai tubuh sang belalang, tak lama
kemudian, duri-duri tajam memenuhi tubuh belalang. Karena belalang cukup kuat,
dia masih dapat bergerak dan berkata, “terkutuk lah kau Mawar, duri-duri ini
akan membunuhmu dan semua tanaman akan mati!!!!” kutukan sang belalang sudah
dipenuhi kebencian yang sangat besar, hingga akhirnya api matahari membakar
sang belalang. Tiba-tiba, Mawar dan semua tanaman di dunia bunga tak dapat
bergerak dan kaki mereka mulai tertanam di tanah. Tubuh Mawar mulai
mengeluarkan duri-duri tajam. Karena tahu
bahwa ia dan tanaman lain akan mati, Mawar mengeluarkan tenaga dalam
yang disimpannya bertahun-tahun. Akhirnya semua tanaman tidak ada yang mati
tetapi mereka tidak dapat melakukan apa-apa kecuali bertumbuh dan berkembang
biak termasuk Mawar. Anehnya, tubuh Mawar tetap di tumbuhi duri-duri tajam.
karena kekuatan Mawar habis, kepala mawar berubah menjadi merah. Dan akhirnya
seluruh dunia menjadi damai dan matahari selalu bertukar tempat dengan bulan
setiap 12 jam sekali. “ayo bertukar, bulan dan bintang” ucap matahari setiap
ingin bertukar tempat. Dan seluruh dunia mengenalnya dengan siang(matahari) dan
malam(bulan dan bintang).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar